Jumat, 15 Juli 2011

PNPM MANDIRI, ANTARA SULIT, MENYULITKAN, DIPERSULIT

Menjelang masa berakhirnya tahap III tahun 2011 ini, banyak pengalaman yang kami dapat, baik dari dalam desa maupun luar desa. Ada pertentangan, perdebatan, salah paham, pemboikotan dan masih banyak lagi kejadian2 yang mestinya tidak perlu terjadi. Betapa tidak, terkadang perdebatan sengit itu terjadi sampai di luar forum rapat. Dan yang lebih menggelikan lagi, perdebatan itu membahas sesuatu yang salah. Mana bisa ketemu?

Sejak awal pelaksanaan program PNPM, yang didahului dengan proses panjang hingga terbentuk Lembaga Kewadayaan Masyarakat/LKM, banyak personal yang terpilih menjdi anggota LKM, awalnya merasa bangga bisa menjadi wakil masyarakat yang kelak diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan. Setidaknya itu yang tergambar di dalam benak mereka. Bak seorang wakil rekyat, disetiap rapat selalu mendiskusikan peningkatan kesejahteraan. Selalu saja ada ide2 yang muncul tentang rakyat yang diwakilinya....Hidup Rakyaaaat.........!!!

Pertemuan demi pertemuan telah dijalankan hingga pada rapat terkhir sebelum pencairan dana BLM, Kooedinator dan Sekretariat LKM yang biasanya naik sepeda, malam itu pualang naik becak, saking banyaknya usulan rapat yang harus segera dicetak untuk bahan arsip. Bahkan sekali rapat anggota harus tanda tangan daftar hadir rangkap dua, tiga bahkan lima lembar. Biar kelihatan aktif gitu.............

Begitu dana cair.....bak petir disiang bolong, KSM bentukan LKM yang selama ini tidak tahu menahu seluk beluk berdirinya LKM, dan banyak pula diantara mereka yang dulunya dapat undangan PNPM gak pernah datang, sekarang terpilih menjadi KSM yang melaksanakan proyek LKM dan yang pegang uang tunai dari Bank Jatim. Ha....Ha...Ha...Ha.... BUONGKOH KOWE LKM..... URUSEN LPJ_NE..............
Bersambung Nek Eling............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar