Minggu, 17 Juni 2012

MANFAAT DAUN BAMBU

Ekstrak Daun Bambu Sehatkan Jantung


JAKARTA, KOMPAS.com - Masih banyak orang yang belum tahu, daun bambu termasuk herba potensial. Kandungan flavonoidnya cukup tinggi. Di Cina, ekstrak daun ini dimanfaatkan untuk melindungi jantung.

Selama ini, bagian tanaman bambu yang disering dimanfaatkan adalah batangnya. Daun dan bagian lainnya cuma jadi limbah. Berbeda dengan yang berlaku di Cina. Di Negeri Tirai Bambu, daun bambu justru memiliki sejarah pengobatan dan pangan yang panjang.

Manfaat daun bambu pertama kali diungkap dalam kitab Ming Yi Bie Lu (Catatan Dokter Ternama), yakni untuk meluruhkan dahak serta meredakan batuk dan susah napas. Khasiat lain di antaranya adalah menetralkan racun dalam tubuh.

Kamus Besar Herbal Cina juga menuliskan bahwa daun bambu berfungsi mengeluarkan panas, ampuh mengembalikan cairan, dan bersifat diuretik (melancarkan air seni). Tahun 1998, daun bambu dikategorikan oleh Badan Kesehatan Cina dalam daftar herbal alami untuk obat dan pangan.

Sejuk dan Harum
Jenis tanaman bernama Latin Phyllostachys nigra ini tumbuh di daerah Sungai Yangtze, tepatnya di Cina bagian selatan. Pakar kedokteran Cina kuno mendeskripsikan fungsi obat dan pangan daun bambu dalam kitab Yao Pin Hua Yi atau kitab penggalian arti herbal-herbal, yakni bersifat sejuk, harum, dapat masuk ke meridian jantung, rasanya pahit dan sejuk, chi-nya juga sejuk.

Penelitian menunjukkan, daun bambu mengandung banyak zat aktif, yakni flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, mikroelemen, dan sebagainya, sehingga baik untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol. Juga bisa menurunkan oksidasi antioksidan atau radikal bebas, sebagai bahan antipenuaan, serta mampu menjaga stamina dan mencegah penyakit kardiovaskular.

Muliadi Lim OMD-oriental medical doctor dari Shanghai TC University mengungkapkan, kandungan flavonoid daun bambu memiliki efek positif pada kemoterapi terhadap sumsum tulang dan imunitas tubuh, bisa memperbaiki aliran mikrovaskular bagi penderita jantung, fungsi trombosit, dan peredaran darah di otot jantung.

Mirip Hemoglobin
Pakar kesehatan dari Jepang meyakini susunan flavonoid daun bambu mirip susunan hemoglobin. Karena itu, daun bambu bisa langsung disuntikkan ke dalam vena dan dapat meningkatkan efisiensinya.

Flavonoid daun bambu juga aman, tak beracun. Uniknya, flavonoid daun bambu merupakan sumber daya domestik flavonoid pertama yang ditemukan di negeri Cina dan telah dipatenkan secara resmi.

Badan Kesehatan di Provinsi Zhe Jiang-Cina, melalui tes toksiologi, melakukan uji oral ekstrak daun bambu pada tikus dengan dosis LD50, yang lebih besar dari 10g/kg berat badan tikus. Hasilnya daun bambu bebas racun.

Benarkah kandungan flavonoid daun bambu mampu menyehatkan jantung? Sebuah penelitian secara khusus dilakukan guna mengungkapkan manfaat flavonoid daun bambu terhadap pembuluh darah dan aliran darah pembuluh koroner.
Variasi penelitian dengan dosis tinggi, menengah, dan rendah, flavonoid daun bambu terbukti dapat memperlancar aliran darah koroner dari jantung Cavia cobaya (sejenis tikus) yang terpisah dengan badannya. Perhitungan terhadap grup dan masing-masing anggota grup mempunyai perbedaan yang signifikan, bertambah seiring dengan besarnya dosis.

Dosis tinggi, menengah, dan rendah flavonoid daun bambu dapat menambah daya kontraksi otot jantung dan perhitungan terhadap grup juga mempunyai perbedaan yang jelas. Efek dari grup dosis kecil (2,5 mg/ml) menerangkan hasil positif bagi fungsi fisiologi normal arteri koroner dan berpotensi mencegah terjadinya gangguan jantung.

Sejak tahun 1998, ahli di Cina telah banyak melakukan penelitian terhadap fungsi flavonoid daun bambu untuk menghambat oksidasi lemak. Contohnya, campuran segelas minuman cokelat dengan 1 persen ekstrak daun bambu secara signifikan meningkatkan antiradikal bebas sekaligus melindungi aktivitas vitamin A dan E.

Di pasar dalam negeri produk ekstrak daun bambu relatif belum banyak. Biasanya dalam bentuk tablet maupun sejenis makanan ringan yang dapat dikonsumsi, layaknya jajanan. Karena dalam bentuk ekstrak, tentu diperlukan sikap hati-hati dalam mengonsumsinya. Cara terbaik untuk mengurangi risiko, perhatikan legalitas produk seperti ada tidaknya sertifikasi dari Badan POM.

Manfaat Bambu dari Zaman ke Zaman
Berbagai kitab herbal, kitab obat klasik, dan farmakop Cina mencatat khasiat bambu dalam menyembuhkan penyakit. Di antaranya:
- Bie Lu. Daun bambu bersifat dingin, tidak beracun, untuk mengobati rasa panas di dada dan batuk.
- Sheng Hui Fang. Bubur daun bambu bisa menyembuhkan jantung panas pada anak kecil atau tidak sadarkan diri. Ramuannya: daun bambu 60 g, beras secukupnya, dan 15 g yin chen (wormwood/Artemisiae scopariae) dibuat bubur.
- Kitab Terapi Herbal. Daun bambu mampu menyembuhkan batuk, haus, dahak, radang tenggorokan, dan menghilangkan rasa panas.
- Ben Cao Qiu Zhen. Daun bambu bisa menyegarkan hati, menghangatkan limpa, menghilangkan riak dan dahaga, angin jahat, batuk, sesak, muntah darah, stroke ringan, dan lain lain.
- Yao Pin Hua Yi. Kitab yang dikenal sebagai Kitab Definisi Obat ini mencatat, daun bambu menyegarkan, agak pahit, mampu menetralkan semua chi dingin dan panas.
- Jing Yue (Kitab Herbal Klasik). Daun bambu, dengan aromanya yang ringan, bisa menetralkan rasa panas, terutama chi di jantung. Merupakan obat yang baik, terutama untuk mengobati dahaga karena hari panas, membersihkan sputum/riak di dada, meredakan rasa dingin dan lemah, batuk, dan asma. Hanya daun bambu yang bisa memasuki kandung empedu dan membawa chi netral ke dalam paru-paru untuk mengeluarkan panas.
- Ben Jing Feng Yuan. Dalam Kitab Herbal Klasik Shennong ini tertulis daun bambu menyembuhkan salah urat, luka, dan membunuh parasit.
- Kamus Besar Obat Cina. Daun bambu meredakan rasa cemas dan panas, serta melancarkan buang air kecil.@ Lalang Ken Handita

HONORER K1, AKU....CAPEK....


NIP Honorer Kategori 1 Segera Diterbitkan

Badan Kepegawian Negara (BKN) sudah siap mengebut penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk puluhan ribu tenaga honorer yang siap diangkat menjadi CPNS tahun ini. Pekerjaan ini menjadi konsekuensi dari diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2012 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS. Daftar Honorer K2 Daftar Honorer K1

Kepala Biro Humas dan Protokol BKN Aris Windiyanto di Jakarta kemarin (4/6) menuturkan, banyaknya berkas pengusulan NIP yang ditujukan dari setiap instansi ke pihaknya setela PP honorer disahkan sudah mereka antisipasi sejak dulu.Daftar Honorer K2 Daftar Honorer K

“Tapi secara umum, penerbitan NIP itu adalah tugas utama kami,” katanya. Aris menjelaskan, pihaknya sampai saat ini belum bisa memastikan kapan NIP bagi tenaga honorer yang digaji APBN/APBD atau honorer kategori 1/K1 akan mulai diterbitkan. Dia hanya mengatakan, sesuai dengan amanah yang terkandungan dalam PP honorer tersebut, seluruh honorer K1 harus diangkat tahun ini juga.Daftar Honorer K2 Daftar Honorer K1

Terkait soal gaji, Aris mengatakan pemerintah tentu sudah menetapkannya sejak dulu. “Tidak mungkin kan PP-nya sudah diterbitkan, tetapi masih bingung soal gaji,” tutur dia. BKN mendapatkan informasi jika anggaran gaji CPNS baru dari pos tenaga honorer ini dialokasikan untuk 72 ribu pegawai.

Aris berharap tenaga honorer K1 yang benar-benar memenuhi persayaratan administrasi tidak perlu cemas. Sebab, nasib mereka kini sudah lebih jelas ketimbang saat PP honorer belum disahkan presiden.

Untuk mekanisme penerbitan NIP, Aris mengatakan tidak jauh berbeda dengan pengusulan NIP untuk CPNS dari rekrutan tenaga honorer. Dia mengatakan, masing-masing instansi yang memiliki tenaga honorer K1 harus menuntaskan proses pemberkasan. Berkas-berkas yang diusulkan instansi tadi, dijadikan alat bagi BKN untuk menerbitkan NIP.

Aris mengatakan pokok persoalan yang sampai saat ini masih mengganjal adalah pelaksanaan penerbitan NIP itu sendiri. Dia mengatakan, uji publik data tenaga honorer K1 saat ini ada yang benar-benar sudah tuntas dan tidak memiliki persoalan. Pihak BKN mengistilahkan kelompok ini adalah data honorer K1 yang klir.

Nah, saat ini BKN masih menunggu instruksi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Apakah mereka bisa mengeluarkan NIP untuk honorer K1 yang sudah klir tadi. Atau harus menunggu seluruh data honorer K1 klir semuanya

Untuk sementara hingga Jumat lalu (1/6), data honorer yang sudah klir tersebar di 111 instansi di pemkab maupun pemkot. Dari sejumlah instansi yang data honorer K1-nya sudah klir itu, terdapat 4.517 orang yang siap diangkat menjadi CPNS. Daftar Honorer K2 Daftar Honorer K1

Pemkab atau pemkot yang memiliki tenaga honorer K1 paling banyak diantara 111 instansi itu adalah, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan dengan 195 orang. Sementara khusus di Jawa Timur, pemkab atau pemkot dengan tenaga honorer K1 terbanyak adalah di Kota Pasuruan dengan jumlah 134 orang. Sementara yang paling kecil adalah Kota Batu dengan satu orang tenaga honorer K1

Kamis, 14 Juni 2012

CARA SEDERHANA MENGHITUNG PENYUSUTAN


Cara menghitung Penyusutan Barang



Para pengusaha UKM, umum sering tidak mengetahui atau melupakan unsur biaya ini dalam perhitungan laporan laba rugi. Biaya ini muncul saat memiliki / membeli barang modal untuk operasional perusahaan.
Penyusutan atau Depresiasi Aktiva Tetap adalah pengalokasian harga perolehan aktiva tetap untuk periode-periode aktiva tersebut digunakan. Suatu barang semakin lama kondisinya & nilainya akan menurun, sehingga kita perlu mengalokasikan harga perolehannya itu selama umur barang itu bisa dipakai.

Contoh – Pengusaha Warnet

Perusahaan membeli satu unit komputer seharga 6 juta, pengeluaran ini jgn langsung dibeban pada laba rugi karena komputer kan ga langsung habis seperti beli tinta atau kertas. Maka munculah yg dinamakan “biaya penyusutan”

Cara menghitung biaya penyusutan:

Dengan menggunakan metode yg paling sederhana yaitu metode garis lurus, hitung kira2 komputer itu bisa dipake berapa tahun, misalnya 5 tahun (5 x 12 = 60bulan)…nah cara ngitung biaya penyusutan per bulan adalah: 6.000.000 / 60 = 100.000

Jadi biaya penyusutan per bulan utk komputer tsb adl Rp.100.000 – jgn lupa ya…masuk ke rugi laba

KERUGIAN MENANAM JAMBU AIR



Hama Pada Tanaman Buah Jambu Air
Berikut beberapa hama yang sering dijumpai pada tanaman buah jambu air:

1) Ulat kupu-kupu gajah

Ciri: panjang 12 cm, warna hijau muda kebiru-biruan, bertubuh gemuk dan lunak, tertutup lapisan lilin keputih-putihan. Telur-telurnya ditaruh di tepi daun, 2-3 butir bersama-sama, warna merah muda. Kepompong berada di antara beberapa daun atau di sebelah bawah daun. Ulat-ulat tersebut sangat rakus memakan daun. Pengendalian: dengan cara mengumpulkan telur, ulat, dan kepompong untuk dimusnahkan.

2) Kutu perisai hijau

Ciri: panjang kutu 3-5 mm, warna hijau (kadang agak kemerahan). Melekat pada bagian-bagian pohon yang hijau dan di bagian bawah daun. Menyebabkan terjadinya cendawan hitam seperti jelaga. Pengendalian: cara alami dimakan oleh beberapa macam kepik (merah tua, panjang 5 mm dan biru panjang 6 mm) dan ulat (warna merah muda, panjang 13 mm). Kutu ini di musim penghujan bisa musnah oleh serangan beberapa macam cendawan.

3) Keluang dan codot

Pengendalian: buah-buahan yang hampir tua dibungkus kantong kertas/kain-kain bekas.

4) Pasilan atau benalu

Pengendalian: dibuang dan dibersihkan.

5) Lalat buah (dacus pedestris)

Buah dan daun yang terserang oleh ulat ini. Lalat ini meletakkan telurnya pada daging buah, sehingga setelah menetas larvanya memakan buah jambu air. Pengendalian: dengan insektisida Diazinon atau Bayrusil yang disemprotkan ke pohon, daun dan buah yang masih pentil dengan dosis sesuai anjuran.

6) Penggerek batang

Pengendalian: dengan cara menyumbatkan kapas yang telah direndam insektisida Diazinon atau Bayrusil kedalam lubang batang yang digerek.

7) Ulat penggulung/pemakan daun.

PENTING : Hal yang sering kita lupakan pada saat merencanakan menanam jambu air adalah : 


 - Buah yang tidak tahan lama mengakibatkan harga jual yang rendah saat panen raya. 
 - Perawatan yang sulit saat mulai berbuah. Kalong dan codot akan menebarkan kotoran di banyak tempat. 
 - Sampah dan kotoran sulit dibersihkan saat mulai berbuah.
 - Dan masih banyak lagi kerugian yang diakibatkan.

KEUNTUNGAN :

 - Karena penanaman jambu air ini gencar disosialisasi, maka keuntungan paling besar adalah menjual bibitnya. Maka jadilah pedagang bibit dari pada menanam bibitnya. Hasilnya bisa langsung dinikmati tanpa mengotori halaman orang lain.








Rabu, 13 Juni 2012

UJIAN HONORER K2

Rabu, 13 Juni 2012 | 00:37:56 WITA
Desember, Ujian Honorer K2
JAKARTA, FAJAR -- Ujian selekse honorer kategori 2 (K2) untuk menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) digelar Desember mendatang.

PERATURAN Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2012 tentang revisi PP 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS sudah dinyatakan honorer K2 akan diangkat menjadi CPNS mulai 2013 sampai 2014. Pengangkatan honorer K2 ini melalui proses seleksi sesama honorer K2. Tidak otomatis diangkat jadi CPNS sebagaimana honorer K1.

"Memang dalam rencana kerja kami, pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS mulai tahun depan. Tapi saya ingin tesnya dilakukan tahun ini dan hanya sekali agar bisa melihat berapa kuota honorer K2 yang diangkat. Apalagi tes ini dilakukan bertingkat, mulai pengetahuan umum sampai kompetensi profesi," ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin, 11 Juni.

Hanya saja, jadi tidaknya tes ini dilakukan pada Desember mendatang, masih harus dibahas terlebih dahulu bersama pemerintah daerah dan konsorsium perguruan tinggi negeri (PTN). Jika mereka siap, maka tes digelar akhir 2012 ini. "Kalau daerah dan konsorsium PTN siap, berarti tesnya bisa dilaksanakan Desember. Bila belum siap, pelaksanaan tesnya awal 2013," ujar Azwar Abubakar.

Terhadap usulan Azwar ini, Komisi II DPR RI menyetujuinya. Komisi yang membidangi pemerintahan ini memberikan kesempatan dua minggu kepada Menpan-RB untuk membahas kapan tesnya dimulai.

"Jadi kalau siap tahun ini, kami mensupport. Tapi kuota per tahunnya harus jelas. Apakah kuota 70 ribu diselesaikan 2013 saja atau sampai 2014," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ganjar Pranowo.

Sementara itu, desakan Komisi II DPR RI agar ada lagi pengangkatan honorer menjadi CPNS di luar honorer kategori satu (K1) dan K2, ditolak pemerintah. Azwar Abubakar menegaskan, tidak ada lagi pengangkatan CPNS di luar K1 dan K2.

Sikap tegas pemerintah ini, lanjut dia, untuk menciptakan rasa keadilan bagi anak negeri. "Kita bukan hanya punya honorer saja, tapi juga ada lulusan dari perguruan tinggi yang ingin ikut seleksi CPNS. Kalau semua dijatah buat honorer, dimana letak keadilannya," ujar Azwar.

Dia pun membantah tuduhan pemerintah tidak memperhatikan nasib honorer. menurut Azwar, sejak 2005 hingga tahun ini, pemerintah akan mengangkat satu juta lebih honorer menjadi CPNS, lewat manajemen yang tidak benar. (jpnn)

Senin, 11 Juni 2012

PELET IKAN DARI ENCENG GONDOK


Membuat Pelet Ikan Dari Eceng Gondok


Sumber Gambar: bp4kkp.stg.doc
Latar Belakang Kegiatan
Tingginya harga pakan sebenarnya disebabkan oleh besarnya biaya produksi bagi pengadaan bahan baku. Jika bahan baku pembuatan pakan ikan atau udang disubstitusi dengan bahan yang tersedia di daerah sekitar, maka harga pengadaan pakan bagi kelangsungan usaha budidaya tambak dapat ditekan. Bahan baku pakan yang utama adalah komponen protein yang biasa diperoleh dari sumber hewani ataupun nabati.
Salah satu sumber protein yang melimpah dan belum banyak dimanfaatkan adalah eceng gondok. Dari eceng gondok  dapat dihasilkan konsentrat protein dengan cara ekstraksi asam-basa, sehingga dapat dijadikan bahan pengganti konsentrat protein komersial atau mengurangi tingkat pemakaiannya.
Maksud dan Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan eceng gondok dan bulu ayam dan memberikan petunjuk praktis kepada masyarakat untuk membuat pakan ikan (pellet) dari bahan gulma dan limbah. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan eceng gondok untuk membuat pakan ikan, baik untuk keperluan sendiri maupun umtuk dijadikan usaha ekonomi keluarga.
Bahan dan Alat
Bahan utama yang digunakan adalah eceng gondok, bulu ayam, dedak polish, bungkil kelapa, tepung tapioca dan ikan asin. Bahan lainnya adalah NaoH 1% ( agen ekstraktif), HCL 10 % ( agen penggumpal), dan bahan pendukung lainnya yang dianggap perlu. Peralatan yang digunakan antara lain adalah baskom, kain saring, ayakan, pH meter, mortal, timbang, press-cooker, dan alat penggiling grinder).
Proses pembuatan
Proses pembuatan pellet ini diawali dengan pembuatan konsentrat protein dari eceng gondok dan bulu ayam. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan mutu dan status gizi protein yang dihasilkan sehingga betul-betul dapat dihasilkan pellet dengan mutu tinggi.
Sebelum dilakukan ekstraksi protein, eceng gondok dan bulu ayam segera dimasak presto selama satu jam lalu digiling hingga diperoleh hancuran yang kecil. Hancuran bahan ini selanjutnya ditambahkan larutan NaOH 1 % pada rasio 1 : 5 (b/v) hingga tercapai kisaran pH 8,5 dan didiamkan selama 2 jam pada suhu ruang sambil diaduk-aduk. Kemudian dilakukan penyaringan sehingga diperoleh larutan hasil ekstraksi I dan ampas. Ampas yang diperoleh diekstrak lagi (ekstraksi II) dengan perlakuan yang sama dengan ekstraksi pertama dengan tujuan untuk mengekstrak sisa-sisa protein yang masih terdapat dalam bahan.
Larutan hasil ekstraksi I dan II digabung dan diendapkan dengan menambahkan larutan HCL 10% hingga tercapai titik Isoelektrisnya (pH 4,5), proses pengendapan ini dilakukan selama 3 jam, kemudian endapan yang dihasilkan dipisahkan dengan penyaringan. Endapan yang diperoleh ini selanjutnya dicuci dengan air panas dan dilepaskan dari kain saring, hasil inilah yang disebut sebagai konsentrat protein eceng gondok dan bulu ayam.
Selanjutnya konsentrat protein eceng gondok dan bulu ayam ini dicampurkan dengan dedak polish, bungkil kelapa, ikan asin dan tepung tapioka dengan perbandingan 4:15:5:4:2. Campuran ini selanjutnya diaduk dengan air secukupnya hingga membentuk adonan yang kalis. Setelah itu, dilakukan penggilingan menjadi bentuk serupa pellet. Tahap berikutnya, pellet yang diperoleh dikeringkan dengan menjemurnya dibawah terik matahari selama kurang lebih 4 jam baru kemudian dilakukan pengemasan(bp4kkp.stg).